Sistem Informasi Desa Kanding

Gambar Artikel

DTSEN


APA ITU DTSEN????

DTSEN adalah singkatan dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, yaitu sistem basis data terpadu yang memuat data individu dan/atau keluarga di Indonesia yang mencakup informasi kondisi sosial, ekonomi, serta peringkat kesejahteraan. 

Berikut adalah rincian mengenai pengertian dan pemberlakuannya:

Pengertian DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) 

·             Basis Data Tunggal: DTSEN merupakan hasil penggabungan dan pemadanan (integrasi) berbagai sumber data, termasuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi), dan P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem).

·         Karakteristik Data: Data ini berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan mencakup informasi detail (by name by address) mengenai kondisi ekonomi, perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

·         Fungsi: Menjadi acuan tunggal dan utama bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program kebijakan sosial, seperti bantuan sosial (bansos).

·         Tujuan: Menggantikan DTKS untuk meningkatkan ketepatan sasaran bantuan, transparansi, dan efektivitas program pemberdayaan masyarakat. 

Pemberlakuan Resmi

DTSEN mulai diberlakukan secara resmi sebagai acuan utama data sosial-ekonomi di Indonesia sejak 19 Februari 2025

·         Dasar Hukum: Pemberlakuan ini berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang menetapkan DTSEN sebagai sistem data tunggal.

·         Implementasi: Setelah diluncurkan, pemerintah (melalui Kemensos dan BPS) melakukan pemutakhiran data secara bertahap, termasuk ground check (pengecekan lapangan) yang dimulai pada Maret 2025. 

DTSEN resmi menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai basis data utama dalam penyaluran berbagai bantuan sosial di era pemerintahan Presiden Prabowo.

 

DESIL

Desil merupakan indikator utama yang menentukan kelayakan penerima bantuan sosial berdasarkan tingkat kesejahteraan. Semakin rendah angka desil, semakin besar peluang mendapatkan bansos. Pengecekan dapat dilakukan melalui website resmi cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi resmi Kemensos.

 

 

Sebelum mengajukan koreksi, penting memahami bahwa desil adalah penanda tingkat kesejahteraan keluarga dalam basis data DTSEN.

Dilansir dari laman kompas.com pemerintah membagi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok dari desil 1 hingga desil 10:

§  Desil 1–4: Kelompok sangat miskin hingga miskin; prioritas utama penerima bansos.

§  Desil 5 : Kelompok yang dianggap kelas menengah, tidak mendapat bansos regular seperti PKH atau BPNT, namun bisa jadi mendapat bantuan kesehatan atau Atensi Rehabilitasi

§  Desil 6–10: Kelompok dinilai mampu; biasanya tidak termasuk dalam daftar penerima bansos reguler.

Karena desil menjadi penentu utama status penerimaan bansos, jika tingkat desil Anda terlalu tinggi namun kondisi sebenarnya tidak sesuai, maka kebutuhan bantuan bisa tertunda atau tidak diterima. Inilah alasan mengapa pengajuan revisi data desil sangat penting dilakukan segera jika Anda merasa data tidak akurat.

Panduan Online dan Offline Untuk Menurunkan Desil

Pemerintah menyediakan beberapa kanal resmi untuk mengajukan perbaikan atau revisi data desil. Pastikan Anda menggunakan situs dan aplikasi resmi Kemensos untuk menjaga keamanan data pribadi Anda.

Via “Aplikasi Cek Bansos”

Berikut cara umum mengajukan revisi melalui aplikasi:

1.    Login atau buat akun menggunakan NIK sesuai KTP atau data KK.

2.    Buka menu Usul/Sanggah.

3.    Pilih opsi “Request Pembaharuan Data” atau serupa.

4.    Isi formulir pengajuan dengan kondisi ekonomi terbaru keluarga.

5.    Unggah dokumen pendukung, seperti KTP, KK, foto kondisi rumah, bukti penghasilan, atau surat keterangan tidak mampu dari pihak berwenang.

6.    Kirim pengajuan dan pantau statusnya secara berkala dalam aplikasi.

Pengajuan melalui aplikasi ini bisa dilakukan dari rumah tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintah. Namun, pastikan seluruh data dan dokumen yang diunggah jujur dan lengkap untuk mempercepat proses verifikasi.

Datang ke Kantor Desa/Kelurahan

Jika Anda tidak memiliki akses internet atau merasa perlu bantuan langsung dari aparat setempat,

Anda bisa mengajukan revisi secara offline:

1.    Datang ke kantor desa/kelurahan sesuai domisili.

2.    Bawa fotokopi KTP dan KK serta bukti kondisi ekonomi terbaru (misalnya surat keterangan tidak mampu).

3.    Minta petugas desa untuk mencatat permohonan perbaikan data desil melalui sistem SIKS-NG.

4.    Petugas desa akan melakukan verifikasi awal, dan usulan Anda akan diproses melalui tahapan berikutnya termasuk verifikasi lapangan.

Langkah offline ini membantu jika Anda kesulitan menggunakan aplikasi atau membutuhkan pendampingan langsung dari perangkat desa.

Tahapan Verifikasi dan Waktu Proses

Setelah Anda mengajukan koreksi desil melalui jalur online atau offline:

1.    Pendamping sosial atau petugas lapangan akan melakukan verifikasi langsung di rumah Anda untuk memastikan kondisi sesuai dengan data yang diajukan.

2.    Hasil verifikasi akan dimasukkan ke sistem pusat dan diolah sebagai bagian dari data DTSEN.

3.    Proses perubahan desil bisa membutuhkan waktu antara 1 hingga 3 bulan, bahkan bisa lebih lama tergantung antrean verifikasi di wilayah Anda.

Karena itu, segera ajukan revisi desil jika merasa data belum mencerminkan kondisi nyata terutama menjelang musim pendaftaran bansos berikutnya agar hak Anda tidak tertunda.

Kesimpulan

Status desil yang tidak sesuai dalam DTSEN bisa berdampak besar pada hak Anda menerima bantuan sosial dari pemerintah. Namun, pemerintah sudah menyediakan mekanisme resmi untuk mengajukan revisi data desil, baik secara online melalui aplikasi Cek Bansos maupun secara offline melalui kantor desa atau kelurahan.

Pastikan Anda memanfaatkan saluran resmi tersebut, memenuhi semua persyaratan dokumen, dan memantau progres pengajuan secara berkala. Dengan begitu, kesempatan untuk mendapatkan bantuan sosial yang tepat sasaran menjadi lebih besar dan sesuai dengan kondisi keluarga Anda saat ini.

 

 Berikut adalah beberapa risiko dan fakta terkait perubahan desil :

1. Proses Verifikasi dan Validasi (Verivali) yang Ketat

·         Bukan Keputusan Sepihak: Operator desa hanya menginput usulan. Penentuan desil akhir tetap merupakan wewenang mutlak Kemensos setelah verifikasi dan validasi (ground check) oleh pendamping sosial/desa.

·         Risiko Salah Sasaran: Jika data yang diinput tidak jujur atau terjadi kesalahan input, sistem dapat memprediksi keluarga tersebut lebih mampu daripada kenyataannya, sehingga desil bisa naik. 

2. Mengapa Desil Bisa Menjauh dari Harapan (Risiko Naik)

·         Update Otomatis: Sistem DTSEN terintegrasi dengan data Dukcapil, BPJS Ketenagakerjaan, pajak kendaraan (Samsat), dan listrik PLN. Jika usulan perubahan dilakukan namun data aset/pendapatan ternyata terdeteksi meningkat (misalnya baru membeli motor, kenaikan gaji), desil akan otomatis naik.

·         Kesalahan Input Data: Kesalahan dalam memperbarui jumlah tanggungan atau komponen rumah tangga dapat berakibat fatal pada penurunan desil. 

3. Dinamika Data Desil

·         Desil bukanlah data statis, melainkan dinamis, yang berubah mengikuti kondisi ekonomi riil saat ini.

·         Proses pengubahan data di sistem SIKS-NG hingga disahkan oleh Kemensos memakan waktu sekitar 30 hingga 60 hari kerja. 

4. Saran untuk Mengurangi Risiko

·         Jujur dalam Pendataan: Pastikan data yang diberikan kepada operator desa adalah kondisi ekonomi yang sebenarnya (miskin/rentan miskin).

·         Verifikasi Pendamping: Pastikan ada ground check (kunjungan lapangan) oleh pendamping untuk memverifikasi data baru.

·         Fitur Usul-Sanggah: Gunakan aplikasi Cek Bansos untuk melakukan "Sanggah" jika Anda merasa desil Anda salah, karena fitur ini memungkinkan masyarakat melaporkan kondisi ekonomi yang tidak sesuai secara mandiri. 

Singkatnya, tidak ada jaminan, dan pemutakhiran data harus dilakukan dengan hati-hati berdasarkan fakta riil, bukan sekadar manipulasi data agar mendapatkan bantuan.

 

Tulis Komentar